Tuesday, August 28, 2007

Puisi Pernikahan

Buat suamiku
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahsia,
Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha.

Justeru isterimu hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita menjadi solehah....

Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama,
Isteri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, kamu mursyidnya,
Isteri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat Isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya isteri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dari redho Allah SWT,
Kerana memiliki isteri yang tidak sehebat mana,
Justeru ...... kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasullulah, pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi soleh... Amin.

Buat isteriku
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahsia,
Suami yang kamu nikahi tidaklah semulia Muhammad saw,
Tidaklah setaqwa Ibrahim as, pun tidak setabah Ayub as,
Ataupun segagah Musa as, apa lagi setampan Yusuf as.

Justeru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman,
Yang punya cita-cita membangun keturunan yang soleh....

Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar ubatnya,
Seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya.

Pernikahan atau perkawinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dari redho Allah SWT,
Kerana memiliki suami yang tidak segagah mana,
Justeru ...... kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukan pula Hajar, yang begitu setia dalam sengsara.
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah... Amin.

No comments: