Friday, July 27, 2007

Mencari Wanita Sempurna


Ini kisah perjumpaaan dua orang sehabat yang sudah puluhan tahun berpisah. Mereka amat merindui antara satu sama lain, berbual, bersenda sambil minum kopi di sebuah cafe. Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal-soal nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.

"Mengapa sampai sekarang kau belum menikah?", ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.

"Sejujurnya sampai sekarang aku masih terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya aku masih membujang. Dulu waktu aku di Utara, aku berjumpa dengan wanita yang cantik yang amat bijaksana. Aku fikir inilah wanita ideal untukku dan sesuai menjadi isteriku. Namun belakangan selepas itu baru aku tahu dia sebenarnya amat sombong. Hubungan kami putus sampai di situ.

Di Ipoh aku bertemu seorang perempuan yang cantik jelita, ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama aku begitu takjub dan seronok. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun selepas itu baru aku tahu, dia banyak tingkahlaku yang tak baik dan tidak bertanggung jawab.

Dan ketika aku di JB, aku bertemu wanita yang manis, baik, periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan bila diajak berbicara, selalu menyambung perbualan kami dan penuh humor. Tapi akhirnya aku ketahui dia dari keluarga yang berantakan (berpecah belah) dan selalu menuntut sesuatu yang kita tidak mampu memenuhinya. Akhirnya kami berpisah.

Aku terus mencari, namun selalu mendapatkan kekurangan dan kelemahan pada wanita yang aku temui. Sampai pada suatu hari, aku bersua dengan wanita ideal yang aku dambakan selama ini. Dia begitu cantik, pintar, baik hati, dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat prihatin dan sayang kepada orang lain. Aku fikir inilah pasangan hidup yang dikirim oleh Tuhan untukku".

"Lantas", sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan "Apa yang terjadi?. Mengapa kamu tidak terus meminangnya?".

Kawannya diam sejenak dan akhirnya dengan suara perlahan si bujang itu menjawab, "Baru sekarang aku mengetahui bahawa dia juga sedang mencari lelaki yang sempurna".

Kesimpulan : Sudah diketahui maksud daripada cerita itu?.... Nobodys perfect. Jadi jangan menyia-nyiakan apa yang sudah ada di hadapan kita, belum tentu nanti kita mendapatkan yang lebih baik dari yang sekarang kita dapat. Kalau kita mau mencari yang sempurna, check dulu diri kita sendiri, apakah sudah sempurna di hadapan orang lain.

No comments: